
MINGGIR – Dalam upaya memperkuat sistem dukungan kesejahteraan siswa dan sekolah yang aman dan nyaman, SMK Muhammadiyah Minggir menyelenggarakan kegiatan “Pelatihan First Aider Trauma Psikologis” pada Rabu, 22 April 2026. Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan tim ahli dari Puskesmas Minggir sebagai mitra kesehatan sekolah.
Pelatihan yang berlangsung di aula sekolah ini bertujuan untuk membekali warga sekolah dengan keterampilan dasar dalam memberikan pertolongan pertama pada kondisi krisis mental atau trauma yang mungkin dialami oleh siswa.
Kepala SMK Muhammadiyah Minggir ;Edy Purwanto,S.Pd.T “menyampaikan bahwa kesehatan mental merupakan fondasi penting dalam proses belajar-mengajar. “Kami ingin memastikan bahwa sekolah menjadi lingkungan yang aman secara psikologis. Pelatihan bersama Puskesmas Minggir ini adalah langkah nyata kami,” ujarnya.
Pihak Puskesmas Minggir mengirimkan tenaga psikolog dan konselor kesehatan untuk memberikan materi yang meliputi identifikasi dini tanda-tanda trauma, teknik stabilisasi emosi, hingga alur rujukan medis.
“Kami sangat mengapresiasi SMK Muhammadiyah Minggir yang bekerja sama dengan kami dalam program ini.Harapan kami, ilmu yang diberikan hari ini bisa membantu menekan dampak jangka panjang dari trauma yang dialami remaja di lingkungan sekolah,” ujar Bu Dede J Makwa yang juga psikolog dari Puskesmas Minggir
“Awalnya saya kira hanya pelatihan P3K biasa untuk luka fisik, ternyata kesehatan mental jauh lebih kompleks. Sekarang saya jadi tahu cara yang benar untuk mendengarkan dan menenangkan teman yang sedang mengalami tekanan berat atau panic attack tanpa menghakimi. Ini sangat bermanfaat bagi kami di kelas,” ungkap Isma salah satu siswa peserta pelatihan.
Tidak hanya sekadar teori, para peserta juga mengikuti simulasi kasus (role-play). Simulasi ini dirancang agar para first aider di lingkungan sekolah mampu bersikap tenang dan memberikan dukungan emosional awal yang efektif sebelum bantuan profesional medis tiba.

Melalui sinergi ini, diharapkan SMK Muhammadiyah Minggir dapat membentuk ekosistem pendidikan yang tangguh, di mana setiap unsur sekolah mampu saling menjaga dan memberikan respon cepat terhadap dinamika psikologis yang ada


