
MINGGIR – Guna memastikan seluruh siswanya memiliki kompetensi yang sesuai dengan standar industri, SMK Muhammadiyah Minggir menyelenggarakan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) bagi siswa kelas XII. Kegiatan yang berlangsung pada tanggal 4 – 5 Februari 2026 ini bertempat di Ruang Praktik Siswa (RPS) masing-masing program keahlian.
Tahun ini, UKK diikuti oleh dua program keahlian unggulan, yaitu Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL) dan Farmasi Klinis Komunitas. Pelaksanaan ujian dilakukan dengan pengawasan ketat untuk menjamin kualitas lulusan yang siap kerja, santun, dan mandiri.
Dalam menjaga objektivitas dan standar penilaian, sekolah menggandeng mitra strategis sebagai penguji eksternal:
TITL: Melibatkan penguji langsung dari Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) untuk memvalidasi kemahiran siswa dalam perancangan dan instalasi kelistrikan.
Farmasi Klinis Komunitas: Bekerja sama dengan LSP P3 APMFI, memastikan para calon asisten tenaga kefarmasian memenuhi standar sertifikasi profesi nasional.
Edy Purwanto Selaku Kepala Sekolah menyampaikan “UKK bukan sekadar ujian akhir, melainkan gerbang pembuktian bahwa siswa kami kompeten secara teori maupun praktik. Kami ingin lulusan tahun ini benar-benar ‘link and match’ dengan kebutuhan industri saat ini.” Melalui UKK ini, SMK Muhammadiyah Minggir berharap seluruh peserta didik kelas XII dapat lulus dengan predikat kompeten dan membawa sertifikat keahlian yang diakui secara nasional maupun internasional. Hal ini merupakan komitmen sekolah dalam mencetak sumber daya manusia yang mampu bersaing di era industri yang kian kompetitif.
“Secara umum, antusiasme dan skill dasar siswa sudah sangat baik. Kami menitikberatkan pada ketelitian dan kepatuhan terhadap SOP, karena di dunia kerja, aspek tersebut adalah kunci keselamatan dan profesionalitas.” ungkap pak Majid asesor DUDI. Dina siswa kelas XII mengungkapkan :”Deg-degan tapi seru! Kami jadi tahu tantangan nyata di lapangan seperti apa. Dengan penguji langsung dari industri, kami merasa sertifikat yang nanti didapat punya nilai tawar yang tinggi saat melamar kerja.”



